Sudah 26 Tahun, Sriwijaya Air SJ182 Tak Langgar Batas Usia Pesawat



 Pesawat Sriwijaya Air SJ182 jalur Jakarta-Pontianak raib contact tidak lama sesudah tinggal landas (take off) dari Lapangan terbang Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pada Sabtu, 9 Januari 2021.


Pesawat terbang sejenis Boeing 737-500 ini dijumpai pertamanya kali bekerja pada Mei 1994. Sekarang, umur pesawat itu capai seputar 26 tahun 7 bulan.


Lalu, apa pesawat Sriwijaya Air SJ182 telah menyalahi batasan umur pesawat angkutan penumpang?


Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sesungguhnya sudah mengambil ketentuan mengenai limitasi umur pesawat, dan mengubahnya dengan ketentuan baru yang kembalikan batas optimal umur pesawat angkutan niaga sama ketentuan dari pabrikannya.


Peraturan ini ditata dalam Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) Nomor 115 Tahun 2020 mengenai batasan umur pesawat udara yang dipakai untuk aktivitas angkutan udara niaga.


Peraturan ini lengkapi ketentuan awalnya yang tercantum dalam Permenhub Nomor 27 Tahun 2020 yang mengambil Permenhub Nomor 155 Tahun 2016 mengenai batasan umur pesawat udara yang dipakai untuk aktivitas angkutan udara niaga.


agen slot online terpercaya "Ketentuan Menteru Perhubungan Nomor PM 155 Tahun 2016 mengenai Batasan Umur Pesawat Udara yang Dipakai untuk Aktivitas Angkutan Udara Niaga (Informasi Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 93) ditarik dan dipastikan tidak berlaku," catat Pasal 1 Permenhub Nomor 27/2020, diambil Minggu (10/1/2021).


Dalam Permenhub Nomor 155/2016, pesawat terbang kelompok transportasi penumpang yang bekerja di Indonesia tertinggi berumur 35 tahun. Tentang hal pesawat terbang kecuali kelompok itu optimal berumur 45 tahun.


Dengan Permenhub baru, maskapal penumpang diberi rileksasi hingga bisa memakai pesawat sisa berumur semakin tinggi dari batas minimal yang awalnya diputuskan.


Awalnya, pesawat terbang kelompok transportasi angkutan udara penumpang yang didaftarkan dan dioperasionalkan untuk pertamanya kali di Indonesia terbatasi umurnya tertinggi 15 tahun. Sedang pesawat terbang di luar kelompok itu tertinggi berumur 20 tahun.


Kecelakasan pesawat kembali tejadi di Indonesia. Kesempatan ini menerpa maskapal Sriwijaya Air SJ182 dengan jalur Jakarta-Pontianak. Pesawat ini dipastikan raib contact sesudah terbang sepanjang lebih kurang 4 menit.


Direktur Khusus Sriwijaya Air, Jefferson Irwin Jauwena, pastikan keadaan pesawat dengan code penerbangan SJ-182 yang raib contact, pada kondisi sehat. Pesawat itu awalnya juga terbang PP dengan jalur Pontianak-Pangkal Pinang.


"Keadaannya sehat, awalnya juga terbang ke Pontianak PP dengan ke Pangkal Pinang. Ini jalur ke-2 ke Pontianak, jadi semestinya tidak ada permasalahan," terang Jefferson


Faksi Sriwijaya sediakan tiga posko info berkaitan pesawat Sriwijaya Air yang raib contact. Salah satunya posko ada di Lapangan terbang Soekarno-Hatta.


"Kami telah persiapkan posko ditolong faksi AP II. Satu posko di sini (lapangan terbang Soetta), satu di Pontianak, dan satu di kantor kami," papar Jefferson.


Pesawat dengan code register PK-CLC ini rupanya telah berumur 26 tahun pada 2020.


Diambil dari planespotters.net, pesawat ini telah bertukar pemilikan sekitar 3x. Pertama, pesawat Boeing 737-524 ini dipunyai maskapal asal Amerika Serikat, Continental Air yang dioperasionalkan pertama pada 31 Mei 1994 dengan code register N27610.


Selanjutnya, pesawat ini beralih pemilikan oleh United Airlines pada 1 Oktober 2010 dengan code register yang serupa.


Sriwijaya Air sendiri baru memakai pesawat ini pada 15 Mei 2012 dengan code register PK-CLC. Dalam situs itu, sekarang ini posisi pesawat telah dipastikan 'Crashed' habis diperhitungkan jatuh di daerah Kepulauan Seribu.

Postingan populer dari blog ini

What Iranian women want: rights, jobs and a seat at the table

The have to fit expanding households stimulated

Marcos junior is the latest beneficiary of ‘bloodlines’ in Southeast Asian politics